Edmond Halley

Edmond Halley
Lukisan karya Thomas Murray sekitar tahun 1687.
Lahir(1656-11-08)8 November 1656
Inggris Haggerston, Shoreditch, London
Meninggal14 Januari 1742(1742-01-14) (umur 85)
Inggris Greenwich, Kent
MakamSt. Margaret's, Lee, London Selatan
KebangsaanInggris
Britania setelah tahun 1707
AlmamaterUniversitas Oxford
Dikenal atasKomet Halley
Suami/istriMary Tooke
AnakDr. Edmond Halley (alm. 1741)
Margaret (alm. 1713)
Richelle (alm. 1748)[1]
Karier ilmiah
BidangAstronomi, geofisika, matematika, meteorologi, fisika, kartografi
InstitusiUniversitas Oxford
Royal Observatory, Greenwich

Edmond Halley (8 November 1656 – 14 Januari 1742) adalah seorang astronom, geofisikawan, meteorolog, fisikawan, dan matematikawan yang berasal dari Inggris. Halley dikenal karena telah memperkirakan kedatangan sebuah komet yang akan datang tiap 76 tahun sekali, dan komet itu dinamai menurut namanya. Dalam analisis angka, Halley menemukan sebuah metode yang digunakan untuk fungsi sebuah variabel riil dengan derivatif ke-2 yang berkelanjutan. Sebuah kawah di Bulan dinamai menurut namanya. Halley adalah penemu komet untuk pertama kalinya. Ia membuat prediksi tentang munculnya komet. Pada tahun 1705, saat Halley masih menjabat sebagai professor of geometry di Oxford, ia menerbitkan sebuah karya dengan judul “A Synopsis of the Astronomy of Comets”. Dalam publikasinya Halley menjelaskan bahwa terdapat komet yang melintasi Bumi pada 1456, 1531, 1607, dan 1682 dengan karakteristik yang sama. Sehingga dapat dipastikan bahwa komet tersebut merupakan komet yang sama. Kemudian Halley memprediksikan kembali bahwa komet tersebut akan melintasi Bumi pada 1758. Hal tersebut terbukti benar, komet yang diberi nama Halley itu terlihat kembali pada tahun 1758[2].

  1. ^ "Geocities.com". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-04-21. Diakses tanggal 2014-04-20. 
  2. ^ Chabibah, Uswatul. "Edmund Halley: Abadi di Angkasa, Abadi di Bumi". Tirto.id. Diakses tanggal 2022-01-15. 

From Wikipedia, the free encyclopedia · View on Wikipedia

Developed by Nelliwinne