Serangan Prusia Timur | |||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Bagian dari Front Timur pada Perang Dunia II | |||||||
![]() Para prajurit dari Tentara ke-4 Jerman di perbatasan Prusia Timur sebelum serangan tersebut | |||||||
| |||||||
Pihak terlibat | |||||||
![]() |
![]() | ||||||
Tokoh dan pemimpin | |||||||
Georg-Hans Reinhardt Friedrich Hossbach Friedrich-Wilhelm Müller Erhard Raus Walter Weiss Dietrich von Saucken |
Konstantin Rokossovsky Ivan Chernyakhovsky † Aleksandr Vasilevsky Hovhannes Bagramyan | ||||||
Kekuatan | |||||||
580,000 pria 200,000 pasukan Volkssturm | 2,669,100 pria[1] | ||||||
Korban | |||||||
Korban tewas dan luka-luka tidak diketahui 220,000 ditangkap[2] |
126,464 tewas atau menghilang 458,314 luka-luka dan sakit[3] |
Serangan Prusia Timur[4] adalah sebuah serangan strategis yang dilakukan oleh Tentara Jerman melawan Wehrmacht Jerman pada Front Timur (Perang Dunia II). Serangan tersebut berlangsung dari 13 Januari sampai 25 April 1945, meskipun beberapa unit Jerman tidak menyerah sampai 9 Mei. Pertempuran Königsberg merupakan bagian utama dari serangan tersebut, yang berakhir dengan kemenangan bagi Tentara Merah.
Serangan Prusia Timur dikenal oleh para sejarawan Jerman dengan sebutan Serangan Prusia Timur Kedua. Serangan Prusia Timur Pertama (juga dikenal sebagai Operasi Gumbinnen), terjadi dari 16–27 Oktober 1944, dan dilakukan oleh Front Belarusia ke-3 dibawah kepemimpinan Jenderal I.D. Chernyakhovsky sebagai bagian dari Serangan Memel[5] dari Front Baltik ke-1.